BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Menurut WHO, kanker adalah istilah
umum untuk satu kelompok besar penyakit yang dapat mempengaruhi setiap bagian
dari tubuh. Istilah lain yang digunakan adalah tumor ganas dan neoplasma. Salah
satu fitur mendefinisikan kanker adalah pertumbuhan sel-sel baru secara
abnormal yang tumbuh melampaui batas normal, dan yang kemudian dapat menyerang
bagian sebelah tubuh dan menyebar ke organ lain (WHO, 2009).
Neoplasma adalah kumpulan sel abnormal
yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus menerus secara tidak terbatas,
tidak berkoordinasi dengan jaringan sekitarnya, dan tidak berguna bagi tubuh.
Sel-sel neoplasma berasala dari sel-sel neoplasma yang sebelumnya adalah
sel-sel normal, namun menjadi abnormal akibat perubahan neoplastik. Massa
neoplasma menimbulkan pembengkakan atau benjolan pada jaringan tubuh yang
disebut tumor. Tumor akan di klasifikasikan dalam keganasan disebut kanker
(Price, Wilson. 2006).
Kanker payudara dimulai di jaringan
payudara, yang terdiri dari kelenjar untuk produksi susu yang disebut lobulus,
dan saluran yang menghubungkan lobulus ke puting (American Cancer Society,
2011).
Kanker payudara adalah keganasan yang
berasal dari sel kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara,
tidak termasuk kulit payudara (Depkes RI, 2009).
Kanker payudara dapat disebutkan dari
riwayat keluarga, terlalu sering memakan makanan fast food, merokok minuman
alkohol, dan lain-lain. Perlu diketahui bahwa makanan fast food ternyata
mengandung garam, lemak dan kalori yang tinggi, termasuk kolesterol, yang
mencapai 70% serta hanya sedikit mengandung serat yang justru sangat dibutuhkan
oleh tubuh. Saat ini remaja sangat gemar mengonsumsi fast food karena fast food
telah menjadi bagian dari perilaku sebagian anak remaja dan anak sekolah diluar
rumah diberbagai kota. Selain kandungan gizinya yang rendah fast food juga
mengandung zat pengawet dan zat adiktif yang membuat ketagihan. Lemak tinggi
yang banyak terdapat dalam makanan cepat saji juga berpengaruh untuk memperbesar
risiko terkena kanker, terutama kanker payudara dan usus besar (Yuliastuti,
2008).
Menurut World Helath Organization (WHO) tahun 2013, insiden kanker
meningkat dari 12,7 juta kasus pada tahun 2008 menjadi 14,1 juta kasus pada kanker pada tahun 2012. Sedangkan jumlah
kematian meningkat dari 7,6 juta orang pada tahun 2008 menjadi 8,2 juta pada
tahun 2012 (Kemenkes RI, 2014).
Menurut data GLOBOCAN (IARC) tahun
2012 diketahui bahwa kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan
persentase kasus baru (setelah dikontrol
oleh umur) tertinggi, yaitu sebesar
43,3%, dan persentase kematian
(setelah dikontrol oleh
umur) akibat kanker
payudara sebesar 12,9%. Penyakit kanker payudara merupakan
penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia pada tahun 2013, yaitu
kanker payudara sebesar 0,5% (Infodatin, 2016)
Di Indonesia, lebih dari 80% ditemukan
kasus kanker payudara pada stadium lanjut, sehingga upaya pengobatan mencapai
kesembuhan sulit dilakukan. Oleh karena itu perlu pemahaman tentang upaya
pencegahan, diagnosis dini, pengobatan kuratif maupun paliatif serta upaya
rehabilitatif yang baik, agar pelayanan pada penderita dapat dilakukan secara
optimal (Infodatin, 2016).
Pada tahun 2010-2013 di Kalimantan
Selatan ditemukan kasus kanker payudara berjumlah 1.328 dari 61.682 dari semua
penderita kanker payudara di seluruh Indonesia. Dengan jumlah kematian mencapai
217 orang dan 819 kasus baru (Infodatin, 2016).
Dari hasil study pendahuluan yang
dilakukan pada tanggal 5 Januari 2016 oleh peniliti terhadap 10 siswi di
Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura, pengetahuan mereka tentang kanker
payudara dan deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri),
diperoleh hasil yaitu 2 orang siswi (20%) memiliki pengetahuan baik, 3 orang
siswi (30%) memiliki pengetahuan cukup, dan 4 orang siswi (40%) berpengetahuan
kurang. Perilaku siswi tentang kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara
SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), diperoleh hasil yaitu 2 orang siswi
(20%) memiliki perilaku baik dan 8 orang siswi (80%) memiliki perilaku kurang
baik.
Dari uraian tersebut diatas peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan pengetahuan dengan
perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudar Sendiri) pada
remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016.
1.2 Rumusan
Masalah
Rumusan penelitian ini adalah: Apakah ada
hubungan pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI
(Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran
Antasari Martapura Tahun 2016 ?
1.3 Tujuan
Penulisan
1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui hubungan
pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan
Payudara Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari
Martapura Tahun 2016.
1.3.2 Tujuan Khusus
a.
Mengidentifikasi pengetahuan kanker payudara SADARI
(Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran
Antasari Martapura Tahun 2016.
b.
Mengidentifikasi
perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada
remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016.
c.
Menganalisis
hubungan pengetahuan dengan perilaku
deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada remaja
putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016.
1.4 Manfaat
Penelitian
1.4.1 Bagi Remaja
a.
Dapat
memberikan informasi dan pengetahuan remaja tentang kanker payudara dan
perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).
b.
Sebagai
bahan untuk menambah wawasan tentang bagaimana melakukan deteksi dini kanker
payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).
1.4.2 Bagi Tempat Penelitian
Sebagai sumber informasi tentang
deteksi dini kanker payudara dan melakukan kerjasama dengan dinas kesehatan
terkait agar dilakukannya penyuluhan mengenai deteksi dini kanker payudara
sejak dini dan rutin minimal untuk setiap tahun ajaran baru.
1.4.3 Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai sumber informasi dan menambah
informasi tentang kanker payudara.
1.4.4 Bagi Peneliti
Dapat digunakan sebagai pengembangan
ilmu pengetahuan IPTEK dan dapat dijadikan bahan penelitian lebih lanjut
sebagai dasar untuk peningkatan ilmu kebidanan tentang kanker payudara.
1.4.5 Bagi Peneliti Selanjutnya
Sebagai bahan informasi
untuk penelitian selanjutnya yang akan melakukan penelitian yang lebih mendalam
tentang kanker payudara.
1.5 Keaslian
Penelitian
Penelitian
yang pernah dilakukan dengan judul yang hampir sama yaitu :
a.
Rahayu (2015) mengenai “Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja
Putri Kelas X dan XI Tentang Kanker
Payudara di SMA PGRI 2 Banjarbaru Tahun
2015”.
Hasil penelitian yaitu pengetahuannya cukup baik sebanyak 62,27% dan Sikap
negatif sebanyak 56,60%. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian yang
peneliti lakukan terletak subjek, tempat penelitian, variabel penelitian. Persamaan
dengan penelitian sekarang yaitu terletak pada variabel yaitu pengetahuan
remaja mengenai kanker payudara.
b.
Trisnadewi
(2014) Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Kanker
Payudara dengan Perilaku Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri di SMA Negeri 8
Denpasar tahun 2014. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian yang
peneliti lakukan terletak subjek, tempat penelitian dan variabel penelitian.
Persamaan dengan penelitian sekarang yaitu terletak pada variabel yaitu
pengetahuan dan perilaku mengenai kanker payudara.
BAB selanjutnya via WA ya 081285175865, harga bersahabat (SKRIPSI LENGKAP)