Selasa, 23 Mei 2017

hubungan pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Menurut WHO, kanker adalah istilah umum untuk satu kelompok besar penyakit yang dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh. Istilah lain yang digunakan adalah tumor ganas dan neoplasma. Salah satu fitur mendefinisikan kanker adalah pertumbuhan sel-sel baru secara abnormal yang tumbuh melampaui batas normal, dan yang kemudian dapat menyerang bagian sebelah tubuh dan menyebar ke organ lain (WHO, 2009).
Neoplasma adalah kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus menerus secara tidak terbatas, tidak berkoordinasi dengan jaringan sekitarnya, dan tidak berguna bagi tubuh. Sel-sel neoplasma berasala dari sel-sel neoplasma yang sebelumnya adalah sel-sel normal, namun menjadi abnormal akibat perubahan neoplastik. Massa neoplasma menimbulkan pembengkakan atau benjolan pada jaringan tubuh yang disebut tumor. Tumor akan di klasifikasikan dalam keganasan disebut kanker (Price, Wilson. 2006).
Kanker payudara dimulai di jaringan payudara, yang terdiri dari kelenjar untuk produksi susu yang disebut lobulus, dan saluran yang menghubungkan lobulus ke puting (American Cancer Society, 2011).
Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari sel kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara, tidak termasuk kulit payudara (Depkes RI, 2009).
Kanker payudara dapat disebutkan dari riwayat keluarga, terlalu sering memakan makanan fast food, merokok minuman alkohol, dan lain-lain. Perlu diketahui bahwa makanan fast food ternyata mengandung garam, lemak dan kalori yang tinggi, termasuk kolesterol, yang mencapai 70% serta hanya sedikit mengandung serat yang justru sangat dibutuhkan oleh tubuh. Saat ini remaja sangat gemar mengonsumsi fast food karena fast food telah menjadi bagian dari perilaku sebagian anak remaja dan anak sekolah diluar rumah diberbagai kota. Selain kandungan gizinya yang rendah fast food juga mengandung zat pengawet dan zat adiktif yang membuat ketagihan. Lemak tinggi yang banyak terdapat dalam makanan cepat saji juga berpengaruh untuk memperbesar risiko terkena kanker, terutama kanker payudara dan usus besar (Yuliastuti, 2008).
Menurut World Helath Organization (WHO) tahun 2013, insiden kanker meningkat dari 12,7 juta kasus pada tahun 2008 menjadi 14,1 juta kasus pada  kanker pada tahun 2012. Sedangkan jumlah kematian meningkat dari 7,6 juta orang pada tahun 2008 menjadi 8,2 juta pada tahun 2012 (Kemenkes RI, 2014).
Menurut data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012 diketahui bahwa kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan persentase kasus baru  (setelah dikontrol oleh umur)  tertinggi, yaitu sebesar 43,3%, dan persentase kematian  (setelah  dikontrol  oleh  umur)  akibat  kanker  payudara  sebesar  12,9%. Penyakit kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia pada tahun 2013, yaitu kanker payudara sebesar 0,5% (Infodatin, 2016)
Di Indonesia, lebih dari 80% ditemukan kasus kanker payudara pada stadium lanjut, sehingga upaya pengobatan mencapai kesembuhan sulit dilakukan. Oleh karena itu perlu pemahaman tentang upaya pencegahan, diagnosis dini, pengobatan kuratif maupun paliatif serta upaya rehabilitatif yang baik, agar pelayanan pada penderita dapat dilakukan secara optimal (Infodatin, 2016).
Pada tahun 2010-2013 di Kalimantan Selatan ditemukan kasus kanker payudara berjumlah 1.328 dari 61.682 dari semua penderita kanker payudara di seluruh Indonesia. Dengan jumlah kematian mencapai 217 orang dan 819 kasus baru (Infodatin, 2016).
Dari hasil study pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 5 Januari 2016 oleh peniliti terhadap 10 siswi di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura, pengetahuan mereka tentang kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), diperoleh hasil yaitu 2 orang siswi (20%) memiliki pengetahuan baik, 3 orang siswi (30%) memiliki pengetahuan cukup, dan 4 orang siswi (40%) berpengetahuan kurang. Perilaku siswi tentang kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), diperoleh hasil yaitu 2 orang siswi (20%) memiliki perilaku baik dan 8 orang siswi (80%) memiliki perilaku kurang baik.
Dari uraian tersebut diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudar Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016.

1.2   Rumusan Masalah
Rumusan penelitian ini adalah: Apakah ada hubungan pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016 ?

1.3  Tujuan Penulisan
1.3.1      Tujuan Umum
Mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016.
1.3.2      Tujuan Khusus
a.      Mengidentifikasi pengetahuan kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016.
b.      Mengidentifikasi perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016.
c.      Menganalisis hubungan pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016.

1.4   Manfaat Penelitian
1.4.1      Bagi Remaja
a.      Dapat memberikan informasi dan pengetahuan remaja tentang kanker payudara dan perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).
b.      Sebagai bahan untuk menambah wawasan tentang bagaimana melakukan deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).
1.4.2      Bagi Tempat Penelitian
Sebagai sumber informasi tentang deteksi dini kanker payudara dan melakukan kerjasama dengan dinas kesehatan terkait agar dilakukannya penyuluhan mengenai deteksi dini kanker payudara sejak dini dan rutin minimal untuk setiap tahun ajaran baru.
1.4.3      Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai sumber informasi dan menambah informasi tentang kanker payudara.
1.4.4      Bagi Peneliti
Dapat digunakan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan IPTEK dan dapat dijadikan bahan penelitian lebih lanjut sebagai dasar untuk peningkatan ilmu kebidanan tentang kanker payudara.
1.4.5      Bagi Peneliti Selanjutnya
Sebagai bahan informasi untuk penelitian selanjutnya yang akan melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang kanker payudara.

1.5   Keaslian Penelitian
Penelitian yang pernah dilakukan dengan judul yang hampir sama yaitu :
a.      Rahayu (2015) mengenai “Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Kelas X dan XI Tentang  Kanker Payudara di SMA PGRI 2  Banjarbaru Tahun 2015”. Hasil penelitian yaitu pengetahuannya cukup baik sebanyak 62,27% dan Sikap negatif sebanyak 56,60%. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian yang peneliti lakukan terletak subjek, tempat penelitian, variabel penelitian. Persamaan dengan penelitian sekarang yaitu terletak pada variabel yaitu pengetahuan remaja mengenai kanker payudara.
b.      Trisnadewi (2014) Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Kanker Payudara dengan Perilaku Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri di SMA Negeri 8 Denpasar tahun 2014. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian yang peneliti lakukan terletak subjek, tempat penelitian dan variabel penelitian. Persamaan dengan penelitian sekarang yaitu terletak pada variabel yaitu pengetahuan dan perilaku mengenai kanker payudara.

BAB selanjutnya via WA ya 081285175865, harga bersahabat (SKRIPSI LENGKAP)

Kamis, 28 Juli 2016

SILABUS DAN SAP ASUHAN KEBIDANAN PADA MASA NIFAS



SILABUS ASUHAN MASA NIFAS
A.      Identitas Mata Kuliah
Mata Kuliah                                             : Asuhan Kebidanan Masa Nifas
Kode Mata Kuliah                                   : HBB1302
SKS                                                          : 2 SKS (1T-1P)
Dosen Mata Kuliah                                  : Hamida, S.Si.T
Semester / Tahun Akademik                    : VI (Enam)
Hari dan Jam Pertemuan                          : Jum’at, 14.00 – 15.40 WITA
Tempat Pertemuan                                   : 1-3A

B.       Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini membahas tentang asuhan kebidanan masa nifas antara lain: konsep dasar masa nifas, proses laktasi dan menyusui, perubahan fisiologi ibu masa nifas, kebutuhan dasar ibu masa nifas, respon orang tua terhadap bayi baru lahir, adaptasi dan psikologi masa nifas, deteksi dini komplikasi masa nifas, deteksi dini komplikasi masa nifas, pemeriksaan fisik ibu nifas, asuhan kebidanan pada ibu masa nifas, senam nifas, perawatan payudara, dan diatasis recti. Mata kuliah ini memberikan kemampuan untuk fokus pada pemahaman konsep asuhan kebidanan masa nifas dimana bidan pendidik dituntut untuk mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang adekuat terkait dengan asuhan kebidanan masa nifas. Kegiatan pembelajaran meliputi metode ceramah diskusi dan praktikum kompetensi dasar. Setelah mengikuti perkuliahan ini Mahasiswa mampu memahami, menguasai dan mampu mengimplementasikan teori, konsep asuhan kebidanan masa nifas.
C.      Tujuan Mata Kuliah                              :
1.         Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mapu menerapkan asuhan kebidanan pada masa nifas
2.         Tujuan Instruksional Khusus
a.       Konsep dasar masa nifas
b.      Proses laktasi dan menyusui
c.       Perubahan fisiologis ibu masa nifas
d.      Kebutuhan dasar ibu masa nifas
e.       Respon orang tua terhadap bayi baru lahir
f.       Adaptasi dan psikologi masa nifas
g.      Deteksi dini komplikasi masa nifas dan penangnannya
h.      Pemeriksaan fisik ibu nifas
i.        Asuhan kebidanan pada ibu nifas
j.        Senam nifas
k.      Perawatan payudara
l.        Diastasis recti



D.      Evaluasi
1.         Teori              : 10%
2.         Praktek          : 40%
3.         UTS              : 20%
4.         UAS              : 30%

E.       Kriteria Penilaian
Nilai Huruf
Nilai Angka
Penguasaan Materi
A
B
C
D
E
4
3
2
1
0
80 – 100 %
70 – 79 %
60 – 69 %
50 – 59 %
< 50 %





F.       Silabus
NO
TIK
Pokok Bahasan
Sub Pokok Bahasan
Media
Metode
Estimasi Waktu
Referensi
1.
Mahasiswa mampu menjelasakan konsep dasar masa nifas
Konsep dasar masa nifas
a.    Pengertian masa nifas
b.    Tujuan asuhan masa nifas
c.    Tahapan dalam masa nifas
d.   Peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas
e.    Kebijakan program pemerintah dalam asuhan , masa nifas
f.     Evidence Based masa nifas

LCD
Laptop
CTJ
2 x 50 menit
Anggraini, Yetti (2010) Asuhan Kebidanan Masa Nifas
2.
Mahasiawa mampu menjelaskan proses laktasi dan menyusui
Proses laktasi dan menyusui
a.    Anatomi Dan Fisiologi Payudara
b.    Pembentukan Kelenjar Payudara
c.    Dukungan Bidan Dalam Pemberian ASI
d.   Manfaat Pemberian ASI
e.    Staduim Laktasi
f.     Komposisi Gizi Dalam ASI
g.    Upaya Memperbanyak ASI
h.    Keunggulan Dan Manfaat Menyusui
i.      Manfaat Lain ASI
j.      Tanda bayi cukup ASI
k.    Masalah dalam pemberian ASI

LCD
Laptop
CTJ
2 x 50 menit
Anggraini, Yetti (2010) Asuhan Kebidanan Masa Nifas
3.
Mahasiawa mampu menjelaskan tentang perubahan fisiologi ibu masa nifas
Perubahan fisiologi ibu masa nifas
a.    Perubahan sistem reproduksi
b.    Perubahan sistem perencanan
c.    Perubahan sistem perkemihan
d.   Perubahan sistem muskuloskeletal
e.    Perubahan endokrin
f.     Perubahan TTV
g.    Perubahan sistem kardiovaskuler
h.    Perubahan hematologi
LCD
Laptop
CTJ
2 x 50 menit
Anggraini, Yetti (2010) Asuhan Kebidanan Masa Nifas
4.
Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip kebutuhan dasar ibu masa nifas
Kebutuhan dasar ibu masa nifas
a.    Nutrisi dan Cairan
b.    Ambulasi
c.    Eliminasi
d.   Miksi
e.    Defekasi
f.     Menjaga kebersihan diri
g.    Istirahat
h.    Seksual
i.      Rencana KB

LCD
Laptop
CTJ
2 x 50 menit
Anggraini, Yetti (2010) Asuhan Kebidanan Masa Nifas
5
Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip respon orang tua terhadap bayi baru lahir


Respon orang tua terhadap bayi baru lahir
a.    Bounding Attachement
b.    Adaptasi Sibling
LCD
Laptop
CTJ
2 x 50 menit
Anggraini, Yetti (2010) Asuhan Kebidanan Masa Nifas

6.
Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip adaptasi dan psikologi masa nifas
Adaptasi dan psikologi masa nifas
a.    Penyesuaian Psikologi pada masa nifas
b.    Post Partum Blues
c.    Depresi Post partum
d.   Post Partum Psikosis
e.    Greafing

LCD
Laptop
CTJ
2 x 50 menit
Anggraini, Yetti (2010) Asuhan Kebidanan Masa Nifas
7.
Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip deteksi dini komplikasi masa nifas
Deteksi dini komplikasi masa nifas
a.    Perdarahan Post Partum
b.    Infeksi Masa Nifas
c.    Kedaan Abnormal pada Payudara
d.   Demam
e.    Pre Eklamsia da Eklamsia
f.     Infeksi dariVagina ke Rahim

LCD
Laptop
CTJ
2 x 50 menit
Anggraini, Yetti (2010) Asuhan Kebidanan Masa Nifas
8.
UTS
9.
Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip komplikasi masa nifas
Deteksi dini komplikasi masa nifas
a.    Payudara berubah Merah, Panas, Nyeri
b.    Perdarahan Post Partum Lanjut
c.    Infeksi Puerperalis
d.   Prinsip Umum Penanganan Syok Perdarahan.

LCD
Laptop
CTJ
2 x 50 menit
Anggraini, Yetti (2010) Asuhan Kebidanan Masa Nifas
10.
Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip pemeriksaan fisik pada ibu nifas
Pemeriksaan fisik ibu nifas
a.    Pengertian Pemeriksaan Fisik Ibu Nifas
b.    Tujuan Pemeriksaan Fisik Ibu Nifas
c.    Prinsip Umum Pemeriksaan Fisik Ibu Nifas
d.   Teknik Pemeriksaan Fisik Ibu Nifas

LCD
Laptop
CTJ
2 x 50 menit
Anggraini, Yetti (2010) Asuhan Kebidanan Masa Nifas
11.
Mahasiswa mampu menjelaskan  prinsip asuhan kebidanan masa nifas
Asuhan kebidanan pada ibu masa nifas
a.    Langkah – langkah Asuhan Kebidanan Masa pada Ibu Nifas
LCD
Laptop
CTJ
2 x 50 menit
Anggraini, Yetti (2010) Asuhan Kebidanan Masa Nifas


12.
Mahasiswa mampu menjelaskan dan mempraktekkan prinsip senam nifas

Senam Nifas
a.    Pengertian Senam Nifas
b.    Manfaat Senam Nifas
c.    Praktek Senam Nifas
LCD
Laptop

CTJ
Demonstrasi
150 menit
Anggraini, Yetti (2010) Asuhan Kebidanan Masa Nifas
13.
Mahasiswa mampu menjelaskan dan mempraktekan prinsip perawatan payudara

Perawatan Payudara
a.    Pengertian Perawatan Payudara
b.    Langkah – Langkah Perawatan Payudara
c.    Praktek Perawatan Payudara

LCD
Laptop
Phantom
CTJ
Demonstrasi
150 menit
Anggraini, Yetti (2010) Asuhan Kebidanan Masa Nifas

14.
Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip perawatan payudara
Perawatan Payudara
a.    Menyusui pada Ibu Bekerja
b.    Cara menyimpan ASI perah
c.    Tehnik Menyusui
d.   Cara memerah ASI
LCD
Laptop
Phantom
CTJ
Demonstrasi
150 menit
Anggraini, Yetti (2010) Asuhan Kebidanan Masa Nifas

15.
Mahasiswa mampu menjelaskan  prinsip diatasis recti

Diatasis Recti
Diatasis Recti
LCD
Laptop
CTJ
2 x 50 menit
Anggraini, Yetti (2010) Asuhan Kebidanan Masa Nifas

16.
UAS

SAP ASUHAN MASA NIFAS (PERAWATAN PAYUDARA)

A.      Identitas Mata Kuliah
Mata Kuliah                     : Asuhan Kebidanan Masa Nifas
Kode                                : HBB1302
Jumlah SKS                     : 2 SKS
Pokok Bahasan                : Perawatan Payudara
Sub Pokok Bahasan         : Perawatan Payudara pada Ibu Nifas
Sasaran                             : Mahasiswa Semester VIII
Waktu                              : 150 Menit
Dosen                               : Hamida, S.Si.T

B.       Tujuan Intraksional Umum
Mahasiswa dapat menjelasakan tentang perawatan payudara

C.      Tujuan Intraksional Khusus
a.       Mahasiswa dapat menjelaskan tentang pengertian perawatan payudara
b.      Mahasiswa dapat menjelaskan tentang tujuan perawatan payudara
c.       Mahasiswa dapat menjelaskan tentang waktu perawatan payudara
d.      Mahasiswa dapat melakukan praktek perawatan payudara

D.      Metode Pembelajaran
Metode yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah metode ceramah dan demonstrasi.

E.       Media dan Alat
Media dan alat yang digunakan adalah Laptop, LCD, Phantom Payudara.

F.       Kegiatan Belajar Mengajar
Tahap Kegiatan
Estimasi Waktu
Uraian Kegiatan Dosen
Uraian Kegiatan Mahasiswa
Metode
Alat/Media
Pendahuluan

10 menit
1.  Dosen mengucapkan salam dan memimpin mahasiswa untuk berdo’a bersama sebelum proses pembelajaran.
2.  Dosen mengabsen mahasiswa dengan memanggil nama satu persatu.
3.  Dosen melakukan review tentang materi yang telah lalu dan mengaitkan nya dengan dengan materi yang akan diajarkan .
4.  Dosen malakukan pre test untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman awal mahasiswa.
5.  Menyampaikan tujuan pembelajaran.

1.    Mahasiswa menjawab salam dan berdo’a bersama
2.    Mahasiswa menjawab panggilan absen
3.    Mahasiswa menjawab pertanyaan
4.    Mahasiswa mendengarkan dengan penuh seksama penjelasan dari dosen

CTJ
Laptop dan LCD
Penyajian
130 menit
1.    Dosen menjelaskan tentang pengertian perawatan payudara
2.    Dosen menjelaskan tentang tujuan perawatan payudara
3.    Dosen menjelaskan tentang alat yang digunakan dalam perawatan payudara
4.    Dosen melakukan praktek perawatan payudara
5.    Dosen meminta mahasiswa melakukan perawatan payudara

1.      Mahasiswa memperhatikan penjelasan dosen
2.      Mahasiswa menanyakan hal yang belum jelas di sela-sela penjelasan dosen dan memperhatikan jawaban dosen
3.      Mahasiswa mempraktekan cara perawatan payudara
CTJ, Demonstrasi
Laptop, LCD, dan Phantom
Penutup
10   menit
1.    Dosen memberikan kesempatan masiswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan mahasiswa.
2.    Dosen memberikan tindak lanjut pada mahasiswa atas materi hari ini dan menyarankan mahasiswa untuk membaca buku yang ada kaitannya dengan materi agar lebih memahami materi hari ini.
3.    Dosen menyampaikan materi yang akan disampaikan minggu depan.
4.    Dosen mengakhiri pembelajaran hari ini dan mengucapkan salam penutup.

1.    Mahasiswa mengajukan pertanyaan.
2.    Mahasiswa memperhatikan penjelasan
3.    Mahasiswa menjawab salam

CTJ
Laptop dan LCD

G.      Referensi
Anggraini, Yetti (2010) Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka Rihana

MATERI
CARA PERAWATAN PAYUDARA
1.        Pengertian perawatan payudara
Perawatan payudara adalah suatu cara yang dilakukan untuk merawat payudara ibu setelah melahirkan agar air susu keluar dengan lancar.
2.        Tujuan Perawatan Payudara
Tujuan perawatan payudara adalah
a.       Untuk menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari infeksi
b.      Untuk mengenyalkan puting susu, supaya tidak mudah lecet
c.       Untuk menonjolkan puting susu
d.      Menjaga bentuk buah dada tetap bagus
e.       Untuk mencegah terjadinya penyumbatan
f.       Untuk membanyak produksi ASI
3.        Waktu perawatan payudara adalah 2 kali sehari sebelum mandi.
4.        Alat-alat yang digunakan untuk perawatan payudara
Alat-alat yang digunakan untuk perawatan payudara adalah
a.       Baby oil
b.      Kapas/kassa secukupnya
c.       Handuk 2 buah
d.      Waslap bersih 2 buah
e.       Bengkok
f.       Baskom 2 buah
g.      Air hangat dan air biasa
5.        Cara perawatan payudara
a.       Cuci tangan 6 langkah
b.      Buka baju bagian atas
c.       Pasang handuk dibawah payudara
d.      Mengompres puting susu dan areola mammae dengan menggunakan kapas yang dibasahi baby oil/minyak kelapa selama 2-5 menit.
e.       Membersihkan puting susu dan areola mammae dengan ujung jari diputar mengelilingi area payudara secara jarum jam
f.       Licinkan kedua tangan dengan baby oil, jika puting susu tenggelam, topang payudara dengan satu tangan letakkan puting diantara ibu jari dan jari telunjuk, tekan dengan lembut sambil memuntir puting bolak-balik tanpa memindahkan jari dari puting, lakukan selama 30 detik
g.      Letakkan payudara dengan satu tangan diantara dua payudara dan lepas keduanya perlahan
h.      Sokong payudara dengan satu tangan kemudian tangan satunya membuat gerakan memutar dengan dua/tiga jari tangan dari pangkal payudara dan berakhir pada puting susu lakukan pada sisi payudara yang lain dan lakukan sekitar 30x
i.        Sokong payudara dengan satu tangan yang lain mengurut payudara dengan sisi punggung jari-jari kearah puting susu, lakukan sekitar 30x. Lakukan juga pada sisi payudara yang lain.
j.        Kedua payudara dikompres dengan waslap hangat selama 2 menit, kemudian dengan waslap dingin 1 menit, pengompresan dilakukan secara bergantian selama 3 x berturut-turut.
k.      Setelah selesai keringkan payudara dengan handuk
l.        Pakai BH yang dapat menyokong payudara dan menyerap keringkan