Selasa, 23 Mei 2017

hubungan pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Menurut WHO, kanker adalah istilah umum untuk satu kelompok besar penyakit yang dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh. Istilah lain yang digunakan adalah tumor ganas dan neoplasma. Salah satu fitur mendefinisikan kanker adalah pertumbuhan sel-sel baru secara abnormal yang tumbuh melampaui batas normal, dan yang kemudian dapat menyerang bagian sebelah tubuh dan menyebar ke organ lain (WHO, 2009).
Neoplasma adalah kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus menerus secara tidak terbatas, tidak berkoordinasi dengan jaringan sekitarnya, dan tidak berguna bagi tubuh. Sel-sel neoplasma berasala dari sel-sel neoplasma yang sebelumnya adalah sel-sel normal, namun menjadi abnormal akibat perubahan neoplastik. Massa neoplasma menimbulkan pembengkakan atau benjolan pada jaringan tubuh yang disebut tumor. Tumor akan di klasifikasikan dalam keganasan disebut kanker (Price, Wilson. 2006).
Kanker payudara dimulai di jaringan payudara, yang terdiri dari kelenjar untuk produksi susu yang disebut lobulus, dan saluran yang menghubungkan lobulus ke puting (American Cancer Society, 2011).
Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari sel kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara, tidak termasuk kulit payudara (Depkes RI, 2009).
Kanker payudara dapat disebutkan dari riwayat keluarga, terlalu sering memakan makanan fast food, merokok minuman alkohol, dan lain-lain. Perlu diketahui bahwa makanan fast food ternyata mengandung garam, lemak dan kalori yang tinggi, termasuk kolesterol, yang mencapai 70% serta hanya sedikit mengandung serat yang justru sangat dibutuhkan oleh tubuh. Saat ini remaja sangat gemar mengonsumsi fast food karena fast food telah menjadi bagian dari perilaku sebagian anak remaja dan anak sekolah diluar rumah diberbagai kota. Selain kandungan gizinya yang rendah fast food juga mengandung zat pengawet dan zat adiktif yang membuat ketagihan. Lemak tinggi yang banyak terdapat dalam makanan cepat saji juga berpengaruh untuk memperbesar risiko terkena kanker, terutama kanker payudara dan usus besar (Yuliastuti, 2008).
Menurut World Helath Organization (WHO) tahun 2013, insiden kanker meningkat dari 12,7 juta kasus pada tahun 2008 menjadi 14,1 juta kasus pada  kanker pada tahun 2012. Sedangkan jumlah kematian meningkat dari 7,6 juta orang pada tahun 2008 menjadi 8,2 juta pada tahun 2012 (Kemenkes RI, 2014).
Menurut data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012 diketahui bahwa kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan persentase kasus baru  (setelah dikontrol oleh umur)  tertinggi, yaitu sebesar 43,3%, dan persentase kematian  (setelah  dikontrol  oleh  umur)  akibat  kanker  payudara  sebesar  12,9%. Penyakit kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia pada tahun 2013, yaitu kanker payudara sebesar 0,5% (Infodatin, 2016)
Di Indonesia, lebih dari 80% ditemukan kasus kanker payudara pada stadium lanjut, sehingga upaya pengobatan mencapai kesembuhan sulit dilakukan. Oleh karena itu perlu pemahaman tentang upaya pencegahan, diagnosis dini, pengobatan kuratif maupun paliatif serta upaya rehabilitatif yang baik, agar pelayanan pada penderita dapat dilakukan secara optimal (Infodatin, 2016).
Pada tahun 2010-2013 di Kalimantan Selatan ditemukan kasus kanker payudara berjumlah 1.328 dari 61.682 dari semua penderita kanker payudara di seluruh Indonesia. Dengan jumlah kematian mencapai 217 orang dan 819 kasus baru (Infodatin, 2016).
Dari hasil study pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 5 Januari 2016 oleh peniliti terhadap 10 siswi di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura, pengetahuan mereka tentang kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), diperoleh hasil yaitu 2 orang siswi (20%) memiliki pengetahuan baik, 3 orang siswi (30%) memiliki pengetahuan cukup, dan 4 orang siswi (40%) berpengetahuan kurang. Perilaku siswi tentang kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), diperoleh hasil yaitu 2 orang siswi (20%) memiliki perilaku baik dan 8 orang siswi (80%) memiliki perilaku kurang baik.
Dari uraian tersebut diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudar Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016.

1.2   Rumusan Masalah
Rumusan penelitian ini adalah: Apakah ada hubungan pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016 ?

1.3  Tujuan Penulisan
1.3.1      Tujuan Umum
Mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016.
1.3.2      Tujuan Khusus
a.      Mengidentifikasi pengetahuan kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016.
b.      Mengidentifikasi perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016.
c.      Menganalisis hubungan pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada remaja putri di Madrasah Aliyah Pangeran Antasari Martapura Tahun 2016.

1.4   Manfaat Penelitian
1.4.1      Bagi Remaja
a.      Dapat memberikan informasi dan pengetahuan remaja tentang kanker payudara dan perilaku deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).
b.      Sebagai bahan untuk menambah wawasan tentang bagaimana melakukan deteksi dini kanker payudara SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).
1.4.2      Bagi Tempat Penelitian
Sebagai sumber informasi tentang deteksi dini kanker payudara dan melakukan kerjasama dengan dinas kesehatan terkait agar dilakukannya penyuluhan mengenai deteksi dini kanker payudara sejak dini dan rutin minimal untuk setiap tahun ajaran baru.
1.4.3      Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai sumber informasi dan menambah informasi tentang kanker payudara.
1.4.4      Bagi Peneliti
Dapat digunakan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan IPTEK dan dapat dijadikan bahan penelitian lebih lanjut sebagai dasar untuk peningkatan ilmu kebidanan tentang kanker payudara.
1.4.5      Bagi Peneliti Selanjutnya
Sebagai bahan informasi untuk penelitian selanjutnya yang akan melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang kanker payudara.

1.5   Keaslian Penelitian
Penelitian yang pernah dilakukan dengan judul yang hampir sama yaitu :
a.      Rahayu (2015) mengenai “Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Kelas X dan XI Tentang  Kanker Payudara di SMA PGRI 2  Banjarbaru Tahun 2015”. Hasil penelitian yaitu pengetahuannya cukup baik sebanyak 62,27% dan Sikap negatif sebanyak 56,60%. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian yang peneliti lakukan terletak subjek, tempat penelitian, variabel penelitian. Persamaan dengan penelitian sekarang yaitu terletak pada variabel yaitu pengetahuan remaja mengenai kanker payudara.
b.      Trisnadewi (2014) Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Kanker Payudara dengan Perilaku Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri di SMA Negeri 8 Denpasar tahun 2014. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian yang peneliti lakukan terletak subjek, tempat penelitian dan variabel penelitian. Persamaan dengan penelitian sekarang yaitu terletak pada variabel yaitu pengetahuan dan perilaku mengenai kanker payudara.

BAB selanjutnya via WA ya 081285175865, harga bersahabat (SKRIPSI LENGKAP)