BAB I
PENDAHULUAN
I.I LATAR BELAKANG
Sebagian besar bayi baru lahir
dilahirkan dalam kondisi sehat, namun beberapa bayi dapat mengalami
keadaan-keadaan yang membutuhkan pemeriksaan. Bayi baru lahir rentan terhadap
beberapa penyakit daripada anak atau orang dewasa. Sistem kekebalan tubuhnya
belum terbentuk sempurna untuk melawan bakteri, virus dan parasit.
Oral trush (stomatitis) adalah
radang mulut (pada bibir atau lidah). Hal ini biasanya dijumpai pada bayi dan anak – anak kecil. Oral trush ini kadang
sulit dibedakan dengan sisa susu, terutama pada bayi yang mendapatkan susu
formula (Pengganti air Susu Ibu – PASI). Sisa susu yang berupa lapisan endapan
putih tebal pada lidah bayi ini dapat dibersihkan dengan kapas lidi yang
dibasahi dengan air hangat. Tanda gejala pasti yan g terjadi adalah timbulnya
bercak-bercak putih pada bibir atau lidah, suhu meningkat, bayi kadang menolak
untuk minum atau menyusui bahkan kadan dimuntahkan.
Selain itu,
ruam popok adalah ruam yang terjadi pada daerah di sekitar bokong/pantat karena
pemakaian popok yang jarang diganti, terlalu ketat, atau terlalu lama. Biasanya
ruam tersebut tidak berbahaya, tetapi dapat menimbulkan rasa nyeri dan
menyebabkan kegelisahan pada bayi serta orang tuanya. Ruam itu sendiri
diartikan sebagai daerah kulit yang kemerahan dengan rasa nyeri dan iritasi.
Ruam popok sering terjadi pada bayi yang menggunakan popok. Biasanya terjadi
pada anak usia di bawah 2 tahun, dengan puncaknya antara usia 8 bulan sampai 10
bulan.
Seborrhea
adalah suatu peradangan pada kulit bagian atas, yang menyebabkan timbulnya
sisik pada kulit kepala, wajah dan kadang pada bagian tubuh lainnya. Biasanya,
proses pergantian sel-sel pada kulit kepala terjadi secara perlahan-lahan dan
tidak terlihat oleh mata. Proses pergantian tersebut terjadi setiap bulan. Jika
proses ini menjadi lebih cepat, maka akan timbul gangguan pada kulit kepala
yang kita sebut ketombe. Gangguan yang lebih parah yaitu dermatitis seboroik,
berupa serpihan berwarna kuning berminyak yang melekat pada kulit kepala.
Dermatitis seboroik adalah golongan kelainan kulit yang didasari oleh faktor
konstitusi dan bertempat predileksi ditempat seboroik.
I.2 RUMUSAN MASALAH
·
Bagaimana mengetahui penyebab dan
masalah Oral Trus/Ruam popok, dan Seborrhea..?
·
Bagaimana mengetahui piñata laksanaan Oral Trus/Ruam popok, dan Seborrhea...?
I.3 TUJUAN
·
Untuk mengetahui penyebab dan
masalah Oral Trush, Diaper
Rush/Ruam popok,
dan Seborrhea.
·
Untuk mengetahui penatalaksanaan
Oral Trush, Diaper Rush/Ruam popok, dan Seborrhea.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Oral Trush
2.1.1 Pengertian Oral Trush
Oral trush
adalah adanya bercak putih pada lidah, langit-langit, dan pipi bagian dalam
(Wong, 1995). Bercak tersebut sulit untuk dihilangkan dan bila dipaksakan untuk
diambi maka akan mengakibatkan perdarahan. Oral Trush ini sering disebut juga
dengan oral candidiasis atau moniliasis, dan sering terjadi pada masa bayi.
Seiring dengan bertambahnya usia, angka kejadian makin jarang, kecuali pada
bayi yang mendapatkan pengobatan antibiotik atau imunosupresi (Nelson, 1994:
638)
Oral trush adalah
infeksi Candida yang didapat bayi melalui jalan lahir atau perkontinuitatum.
Biasanya infeksi terjadi didaerah mukokutan, mulut dan bibir. Lesi berupa
bercak putih yang lekat pada lidah, bibir dan mukosa mulut yang dapat dibedakan
dengan sisa susu. Infeksi ini dapat meluas ke saluran terutama di lipatan
kulit, bahkan ke berbagai alat dalam.
2.1.2 Penyebab Oral trush
Penyebab oral
trush pada umumnya adalah candida albicans yang ditularkan melalui vagina ibu
yang terinfeksi selama persalinan (saat bayi baru lahir) atau transmisi melalui
botol susu dan puting susu yang tidak bersih, atau cuci tangan yang tidak
benar. Selain itu juga dapat melalui Infeksi silang dari penderita kandidiasis
lain, dan bayi yang mendapatkan terapi antibiotika atau immunosupresi.
Faktor
predisposisi :
· Faktor endogen : perubahan fisiologik,
umur, imunologik
· Faktor eksogen : iklim, kebersihan,
kontak dengan penderita
2.1.3 Pengkajian atau gejala Oral trush
1. Tampak bercak keputihan pada mulut, terutama di lidah dan pipi
bagian dalam, yang sulit dibersihkan.
2. Anak kadang-kadang menolak untuk minum.
3. Pola kebersihan cenderung kurang. Orang
tua jarang mencuci tangan bila merawat atau meneteki bayinya. Selain itu,
kebersihan botol atau puting ketika menyusui juga kurang diperhatikan.
4. Jika susu mudah diangkat, namun jika
oral trush sulit diangkat dan jika dilepaskan dari dasarnya akan menyebabkan
basah, merah dan berdarah.
5. Diagnosa dapat diketahui dengan sediaan
hapusan yang berwarna biru metilen dan tampak miselium dan spora yang khas.
2.1.4 Perencanaan
penatalaksanaan
1) Jaga kebersihan
bayi dan peralatan yang dugunakan. Misalnya denganmembersihkan
mulut dan lidah yang dibasahi dengan air matang hangat.
2) Cuci tangan
sesudah dan merawat bayi.
3) Ibu yang
terinfeksi candida albicans harus diobati untuk mencegah infeksi berulang.
4) Untuk perawatan
mulut bayi, bersihkan dahulu dengan jari yang dibungkus (kain bersih, kasa) yang telah dibasahi
dengan larutan garam.
5) Oleskan gentian
violet 0,25% pada mulut dengan kapas lidi atau memberikan mycostatin (oral
mycostatin) 4 x sehari atau tiap 6 jam sebanyak 1 cc selama 1 minggu atau
sampai gejala menghilang.
2.2 Diaper Rush/Ruam popok
2.2.1 Pengertian Diaper Rush
Ruam popok
sering disebut juga dengan diaper rush atau diaper dermatitis. Ada beberapa
pengertian tentang ruam popok, yaitu:
1.
Inflamasi akut
pada kulit yang disebabkan secara langsung atau tidak langsung oleh pemakaian
popok (Wong, 1993: 1044)
2. Merupakan dermatitis kontak iritan
karena bahan kimia yang terkandung dalam urine dan faeces (Agus Harianto, 1998)
3. Akibat akhir karena kontak yang
terus-menerus dengan keadaan lingkungan yang tidak baik, sehingga menyebabkan
iritasi/dermatitis pada daerah perianal (Depkes RI, 1994).
Selain itu, ruam popok adalah ruam yang
terjadi pada daerah di sekitar bokong/pantat karena pemakaian popok yang jarang
diganti, terlalu ketat, atau terlalu lama. Biasanya ruam tersebut tidak
berbahaya, tetapi dapat menimbulkan rasa nyeri dan menyebabkan kegelisahan pada
bayi serta orang tuanya. Ruam itu sendiri diartikan sebagai daerah kulit yang
kemerahan dengan rasa nyeri dan iritasi. Ruam popok sering terjadi pada bayi yang
menggunakan popok. Biasanya terjadi pada anak usia di bawah 2 tahun, dengan
puncaknya antara usia 8 bulan sampai 10 bulan.
2.2.2 Penyebab Diaper
Rush atau Ruam Popok
Ada beberapa
penyebab ruam popok. Salah satunya yaitu kontak yang lama dan berulang dengan
bahan iritan, terutama urine dan faeces. Bahan kimia pencuci popok seperti
sabun, detergen, pemutih, pelembut pakaian dan bahan kimia yang dipakai oleh
pabrik pembuat popok disposable juga dapat menyebabkan ruam popok (Wong, 1993).
Meskipun urine dan faeces merupakan penyebab utama, kombinasi faktor lainnya
juga memberikan kontribusi terhadap terjadinya ruam popok.
Kontak yang
lama antara kulit dan popok yang basah mempengaruhi beberapa bagian kulit.
Gesekan yang lebih sering dan lama menimbulkan kerusakan/iritasi pada kulit
yang dapat menyebabkan permeabilitas kulit dan jumlah mikroorganisme. Dengan
demikian kulit menjadi sensitif dan mudah mengalami iritasi. Amonia juga
dipandang sebagai penyebab terjadinya ruam popok, meskipun amonia tidak berdiri
sendiri. Peningkatan PH urine mengakibatkan peningkatan enzim fecal, yaitu
protease dan lipose, sehingga memudahkan terjadinya iritasi pada daerah bokong.
Enzim fecal juga meningkatkan permeabilitas kulit akibat garam empedu yang
terkandung pada feases, terutama pada saat diare, sehingga juga menyebabkan
iritasi pada daerah peranal.
2.2.3
Tanda dan
Gejala Ruam Popok Pada Bayi
Ruam popok
mudah terdeteksi. Tanda dan gejala bayi terkena ruam popok adalah daerah yang
tampak kemerahan disekitar tempat pemakaian popok, kulit menjadi perih, bayi
menjadi sangat cerewet dan tidak tenang. Bila tidak diobati bisa menimbulkan
luka lepuh yang kecil dan akan semakin parah. Terkadang dapat terjadi ruam
popok yang disebabkan oleh jamur candida albican. Ruam popok akibat
candida albican biasanya ditandai dengan kulit kemerahan, agak menonjol sedikit
(seperti biduran), dan ada bintik-bintik kecil didaerah luka. Pada ruam popok
akibat jamur candida albican ini, biasanya proses penyembuhannya membutuhkan
waktu yang lebih lama.
Selain itu,
gejala ruam popok sangat bervariasi, mulai dari adanya macula eritemateus pada
kulit yang tertutup popok, seperti luka bakar, sampai adanya papula vesikel,
pustula, dan erosi superficial. Apabila keadaan ini dibiarkan lebih dari 3
hari, maka bagian yang terkena ruam popok akan ditumbuhi jamur candida
albicans.
2.2.4 Asuhan Anak
dengan Diaper Rush atau Ruam Popok
A. Pengkajian
1. Umur. Ruam popok umumnya terjadi pada
anak berusia kurang dari 2 tahun. Setelah berumur 2 tahun ke atas, anak jarang
mengalami hal ini. Insiden terbanyak pada anak berusia 9-12 bulan.
2. Pola kebersihan cenderung kurang,
terutama pada daerah peranal, bokong dan perut bagian bawah. Apabila selesai
BAB/BAK daerah pantat tidak dibersihkan dengan air sebelum diganti dengan popok
yang bersih. Selain itu, popok basah terkena urine/feses yang tidak segera
diganti, bahkan sampai kering kembali akan mempermudah terjadinya ruam popok.
3. Bayi sering menggunakan popok plastik
yang kedap air dan disposable, yang terbuat dari bahan sintetis yang cukup lama
.
4. Perlu dikaji bagaimana cara ibu mencuci
pakaian dan popok. Apabila menggunakan popok disposable (misalnya pampers),
harus diganti setelah beberapa jam. Pencucian yang tidak bersih dapat
menyebabkan ruam popok karena detergen tertinggal pada pakaian.
5. Pada pemeriksaan daerah bokong terdapat bintik-bintik kemerahan yang
kadang-kadang berisi nanah. Demikian juga pada daerah bawah perut.
6. Anamnesa faktor alergi. Kemungkinan anak sensitif
terhadaf detergen atau sabun cuci yang digunakan atau anak alergi terhadap
disposable.
B. Diagnosis/Masalah.
1. Ruam pada pantat.
2. Pola kebersihan ulang.
3. Kemungkinan alergi terhadap detergen.
C. Perencanaan/Intervensi
1. Hindari penggunaan sabun yang
berlebihan untuk membersihkan daerah pantat/bokong. Sabun yang berlebihan dan
keras sifatnya dapat menyebabkan iritasi.
2. Sebaiknya gunakan kapas dengan air
hangat atau kapas dengan minyak untuk membersihkan daerah perianal segera
setelah BAB/BAK.
3. Bila terdapat bintik kemerahan, berikan
krim atau salep, dan biarkan terbuka untuk beberapa saat.
4. Jaga agar kulit tetap kering dengan
cara:
·
Apabila menggunakan popok kain, perhatikan agar sirkulasi
udara tetap terjaga.
·
Apabila menggunakan popok disposable, pilih yang
menggunakan bahan super absorbent yaitu popok yang terbuat dari bahan
yang mengandung gel penyerap. Gel ini menyerap air secara kuat sehingga kulit
tetap kering dan dapat mengontrol pH urin atau faeces (Wong dan Athers, 1992).
·
Hindari penggunaan popok atau celana yang terbuat dari
karet atau plastik.
·
Penggunaan bedak talk dapat menjaga agar kulit tetap
kering, tetapi sangat berbahaya jika masuk kedalam saluran nafas dan dapat
menyebabkan iritasi kulit perianal bila tercampur dengan urine atau faeces.
Apabila ingin menggunakan bedak, gunakan bedak yang terbuat dari serbuk jagung
karena relatif lebih aman. Tuangkan pada kasa atau tangan atau saput lalu
taburkan pada bagian luar saja (Wong, 1992: 1045).
·
Berikan posisi tidur yang selang seling, terutama pada
daerah pantat agar pantat tidak tertekan dan memberikan kesempatan pada bagian
tersebut untuk kontak dengan udara.
·
Pakaian, celana, atau popok yang kotor sebelum dicuci
sebaiknya direndam dulu dalam air yang dicampur acidum boricum, kemudian
dibilas, lalu keringkan. Hindari penggunaan detergen atau pengharum pakaian.
·
Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan secara umum.
2.2.5 Yang Perlu
Dilakukan Bila Bayi Terkena Ruam Popok
Ruam popok
termasuk penyakit yang ringan dan umumnya akan menghilang setelah 2-3 hari
dengan penanganan yang tepat. Bila bayi terkena ruam popok, orang tua dapat
melakukan beberapa hal untuk membantunya, diantaranya:
1. Gantilah popok
yang lebih sering. Jangan biarkan popok bayi basah karena air seni atau tinja
terlalu lama.
2. Orang tua dapat
memberikan krim antiseptik untuk membersihkan dan memeringankan perih disekitar
pantat bayi.
3. Bila ada
kesempatan untuk tidak menggunakan popok, manfaatkanlah. Hal ini dapat membantu
mempercepat proses pemulian kulit bayi anda.
4. Bila dirasa
perlu, dokter akan memberikan krim yang mengandung zinc, steroid, anti jamur,
atau antibotik, tergantung keadaannya. Selalu konsultasikan pemberian krim
dengan dokter.
2.3 Seborrhea
2.3.1 Pengertian seborrhea
Seborrhea adalah suatu peradangan pada
kulit bagian atas, yang menyebabkan timbulnya sisik pada kulit kepala, wajah
dan kadang pada bagian tubuh lainnya. Biasanya, proses pergantian sel-sel pada
kulit kepala terjadi secara perlahan-lahan dan tidak terlihat oleh mata. Proses
pergantian tersebut terjadi setiap bulan. Jika proses ini menjadi lebih cepat,
maka akan timbul gangguan pada kulit kepala yang kita sebut ketombe. Gangguan
yang lebih parah yaitu dermatitis seboroik, berupa serpihan berwarna kuning
berminyak yang melekat pada kulit kepala. Dermatitis seboroik adalah golongan
kelainan kulit yang didasari oleh faktor konstitusi dan bertempat predileksi
ditempat seboroik.
2.3.2 Faktor Predisposisi
Status seboroik, Kelelahan, stress emosional, infeksi pityrosporum ovale.
P. Ovale adalah jamur yang secara alami terdapat pada kulit kepala dan
bagian kulit yang lain. Dalam jumlah yang sedikit, jamur ini tidak menyebabkan
kerugian yang berarti. Namun, dengan adanya perubahan cuaca, hormon, dan
stress, kulit kepala kita akan menghasilkan lebih banyak minyak, sehingga
menyebabkan jamur P. Ovale berkembang biak. Dengan berkembangbiaknya jamur
tersebut, akan menyebabkan gatal pada kulit kepala dan mempercepat kerontokan
sel kulit yang lama.
Namun sebenarnya penyakit ini belum diketahui penyebabnya. Mulai dari kulit
kepala kemudian menjalar ke muka, kuduk, leher dan badan. Ada yang mengatakan
bahwa penyakit radang ini berdasarkan gangguan konstitusionil dan sering
terdapat faktor hereditas. Tidak dapat disangkal bahwa penderita umumnya kulit
yang berlemak (seborea), tetapi bagaimana hubungan antara kelanjar lemak dan
penyakit ini sama sekali belum jelas. Ada yang menganggap bahwa kambuhnya
penyakit yang kronis ini adalah akibat makanan yang berlemak, makanan berkalori
tinggi, minuman alkohol dan gangguan emosi.
Pada anak bayi biasanya terdapat tipe eritrokuamosa. Efloresensi berupa
sisik yang berlemak dan eritema. Distribusi kelainan pada daerah yang terdapat
banyak kelenjar sebasea dan kepala. Kadang-kadang juga di daerah intertriginosa
dan sekitar bibir.
2.3.3
Manifestasi Klinis
Lesi berupa
eritema, sekuama berminyak agak kekuningan, berbatas agak kurang tegas. Bentuk
yang ringan adalah pitiriasis sika (ketombe,dandruff) yang hanya
mengenai kulit kepala berupa skuama halus dan kasar. Bentuk yang
berminyak disebut pitiriasis steatoides, dapat disertai eritema dan
krusta tebal. Rambut pada tempat tersebut mempunyai kecenderungan
rontok, mulai di bagian verteks dan frontal, disebut alopesia seboroika.
Pada bentuk yang berat terhadap bercak-bercak berskuama dan berminyak,
disertai eksudasi dan krusta tebal. Sering meluas ke dahi, glabela, telinga
posaurikular, dan leher. Pada daerah dahi batasnya sering cembung.
Pada bentuk
yang lebih berat, seluruh kepala tertutup krusta kotor dan berbau
tidak sedap. Pada bayi, skuama yang kekuningan dan kumpulan debris epitel
yang lekat pada kulit disebut cradle cap.
Pada daerah
supraorbital skuama halus dapat terlihat di alis mata, kulit di bawahnya
eritematosa dan gatal, disertai bercak skuama kekuningan. Dapat pula
terjadi blefaritis, yakni pinggiran kelopak mata merah disertai skuama
halus.
Tempat
predileksi adalah kepala, dahi, glabela, telinga posaurikular, liang telinga
luar, leher, lipatan nasolabial, daerah sterna, areola mammae, lipatan di bawah
mammae pada wanita, interskapural, umbilikalis, lipatan paha dan daerah
anogenital. Pada daerah pipi, hidung dan dahi kelainan dapat berupa papul.
Dermatitis
seboroik dapat bersama-sama dengan akne yang berat. Jika meluas dapat menjadi
eritroderma, pada bayi disebut penyakit leiner.
2.3.4 Penatalaksanaan
· Sistemik: pada bentuk yang berat
diberikan kortikosteroid (prednisone 20-30 mg)
·
Topikal: pada
pitiriasis sika dan oleosa, 2-3 kali/minggu kulit kepala dikeramasi selama 5-15
menit, dengan selenium sulfide (selsun) dalam bentuk sampo atau losio, krim.
Jika terdapat skuama dan krusta yang tebal, dilepaskan.
Obat lain yang dapat dipakai:
a)
Termisalnya
likuor karbonas detergens 2-5 %, atau krim pragmatar
b)
Resorsin 1-3 %
c)
Sulfur
presipitatum 4-15 % dapat digabung dengan asam salisil 3-6%
d) Kortikosteroid,
misalnya krim hidrokortison. Pada kasus dengan inflamasi berat dapat dipakai
kortikosteroid yang lebih kuat, misalnya betametason-valerat, asalkan jangan
terlalu lama karena efek sampingnya.
Obat – obat tersebut sebaiknya dipakai dalam krim.
Prognosis
Prognosis kurang baik karena adanya faktor konstitusi.
BAB
III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
·
Oral trush adalah infeksi Candida yang didapat bayi
melalui jalan lahir atau perkontinuitatum.
·
Penyebab oral trush pada umumnya adalah candida albicans
yang ditularkan melalui vagina ibu yang terinfeksi selama persalinan (saat bayi
baru lahir) atau transmisi melalui botol susu dan puting susu yang tidak
bersih, atau cuci tangan yang tidak benar.
·
Ruam popok sering disebut juga dengan diaper rush atau
diaper dermatitis. Inflamasi akut pada kulit yang disebabkan secara langsung
atau tidak langsung oleh pemakaian popok.
·
Ruam popok mudah terdeteksi. Tanda dan gejala bayi
terkena ruam popok adalah daerah yang tampak kemerahan disekitar tempat
pemakaian popok, kulit menjadi perih, bayi menjadi sangat cerewet dan tidak
tenang.
·
Seborrhea adalah suatu peradangan pada kulit bagian atas,
yang menyebabkan timbulnya sisik pada kulit kepala, wajah dan kadang pada
bagian tubuh lainnya.
3.2
SARAN
Diharapkan dengan adanya makalah ini bisa
menambah pengetahuan kita mengenai sewa Rahim (Surrogate Mother).Makalah kami
ini masih banyak kekurangan, diharapkan kritik dan saran agar dipembuatan
makalah selanjutnya dapat lebih baik.
Slots and casino apps - JTM Hub
BalasHapusSlots and casino 밀양 출장샵 apps, 천안 출장안마 download the latest version and the most recent version 천안 출장안마 of the app or software. (Android 동두천 출장마사지 version, also known 울산광역 출장샵 as Google Play Casino,